Admin
Kamis, 25 Maret 2021
18 Dibaca


image1

Sosialisasi dilakukan sebagai upaya bijak dalam berbahasa yang baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam sosialisai sangat ditekankan bahwa dalam era teknologi dan informasi modern ini perlu sangat berhati-hati untuk memilih kata-kata dalam mem-posting maupun men-share suatu cuitan atau berita di media sosial. Karena dalam sosialisai ini tentang bahasa dan hukum sangat berkaitan, untuk itu jangan sampai ada kesalahan dalam penggunaan bahasa yang pada akhirnya berujung dengan pihak yang berwajib.

Kadis Komunikasi dan Informatika Ferry Chofa, S.H, LLM membuka acara pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021 yang mana akan diadakan selama 3 hari bertempat di Gedung LPSE Tanjung Pati (Kompleks Dinas Perhubungan) Kabupaten Lima Puluh Kota

.Kegiatan sosialisasi layanan bahasa dan hukum dihadiri 20 peserta yang terdiri dari 15 SKPD yang terkait ditambah dengan 5 dari bagian Polres dan Polsek di Kabupaten Lima Puluh Kota. 

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia, dimana Indonesia yang terdiri dari suku, ras, dan agama yang berbeda-beda yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Bapak Aminulatif, SE, M.Pd. Bahasa dan hukum disini yang dimaksud yaitu bahasa yang terkadang digunakan oleh aparatur sipil negara maupun dikalangan masyarakat tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu juga, bahasa dapat juga mencerminkan sikap dan tipe suatu lapisan masyarakat. Dalam era yang modern saat ini banyak sekali masyarakat yang menyalahi aturan berbahasa, apalagi dilihat dari postingan di media sosial

Rita Novita, M.Hum selaku ahli bahasa dari Balai Bahasa Sumatera Barat menjelaskan bahwasanya secara prinsip saksi ahli adalah orang yang ahli dalam bahasa yang mana prinsip dan pendapatnya berdasarkan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, keterampilan dan pengalaman yang dapat diterima sebagai ahli. Karena itu, hukum dapat mempertimbangkan opini khusus saksi (ilmiah, teknis atau lainnya) tentang bukti atau fakta sebelum pengadilan sesuai keahlian ahli, itulah yang disebut sebagai keterangan ahli. Saksi ahli juga dapat memberikan bukti ahli sesuai bidang keahliannya. Namun di saat yang sama, kesaksian ahli pun dapat dibantah oleh kesaksian dari para ahli lainnya atau dengan bukti atau fakta lainnya. "Saya bukan orang hukum. Tapi saya pernah dan telah diminta menjadi saksi ahli bahasa pada beberapa kasus hukum, baik saat penyidikan maupun pengadilan. Maka penting, untuk diketahui semua pihak, tentang saksi ahli bahasa atau keterangan ahli bahasa sebagai informasi dan acuan. Tentu, masih ada saksi ahli lainnya, seperti: saksi ahli IT, saksi ahli kriminal, saksi ahli pendidikan, saksi ahli politik, dan sebagainya.", jelas Rita Novita, M.Hum. Kata-kata bijak dalam sosialisasi ini seperti “Jarimu adalah Harimaumu”, “Saring dulu sebelum Sharing”, “Posting yang penting, Bukan yang penting posting” sering sekali terdengar untuk mengingatkan.

Hal yang dapat diambil dan diterapkan dalam sosialisasi ini yaitu:

  1. Pemahaman terhadap proses penggunaan bahasa yang baik dan penyerapan bahasa sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
  2. Pemahaman terhadap Undang-undang ITE, Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
  3. Pemahaman terhadap bahasa yang seperti apa bisa nantinya diajukan ke pihak yang berwajib dan diproses secara hokum
  4. Pemahaman terhadap peran Kominfo yang berperan dalam urusan informasi dan komunikasi di lingkungan Kabupaten Lima Puluh Kota

Galeri Video



Agenda

Polling

Bagaimana Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Secara umum menurut anda?
SANGAT BAIK
BAIK
Cukup
Kurang
Buruk

LIHAT

Statistik


Banner


Saran Masuk



Sampaikan Saran Anda